Jurnal Anas

Catatan Di Hujan Bulan Maret, Dan Juli, Dan Oktober

Pagi ini, saya bangun sebelum yang lainnya, sebelum burung-burung, sebelum matahari. Jam tiga pagi dari balkon sebuah ruangan lantai lima, dunia sekilas seperti kota mati. Nggak ada orang, nggak ada mobil, nggak ada suara anak-anak berteriak sambil menendang bola di lapangan sebelah.

Hujan semalam sudah reda, tapi aromanya masih terasa. Dedaunan masih meneteskan butir-butir air yang tersisa. Hijau, tenang, dan damai.

Tapi momen pagi seperti ini akan berlalu dengan cepat, lebih cepat dari yang kita duga, lebih cepat dari yang sebelumnya kita kira.

Mungkin, hidup juga seperti itu.

Resensi Buku: Smarter Faster Better

Kalau saya tidak salah, ini adalah buku kedua Charless Duhigg, setelah “The Power of Habit” cukup nge-hit tahun 2014 kemarin. Tapi jujur, alasan awal saya baca buku ini sebenernya karena buku ini ada di urutan pertama di Amazon untuk kategori “Productivity”. Itu aja.

Dan setelah baca, menurut saya isinya tidak menawarkan ide-ide yang spektakuler nan bikin mind blowing, alias biasa aja. Tapi dari sisi cerita, cara penulisan, dan insight yang dijelaskan di setiap cerita membuat buku ini menarik. Kayaknya seperti merangkum berbagai buku tentang produktifitas sekaligus dengan saling sambung menyambung.

Do One Thing Every Day That Scares You

Everything has been composed, just not written down.

- Letter to Leopold Mozart [1780]

Siang bolong di kampus, dua tahun yang lalu..

Saya, bareng Rudi dan Baim waktu itu sedang berjalan dari gedung FMIPA ke perpustakaan pusat IPB. Jarak kedua tempat itu sekiatar 12 menit jalan kaki, dan menanjak. Cukup normal dikalangan mahasiswa sini. Seenggaknya cukup untuk membuat kita semua nggak perlu fitness lagi untuk jadi kurus.

Saat di perjalanan, di waktu sedang sibuk-sibuknya kita memikirkan persiapan skripsi (yang selalu saja dilanda bahaya prokrastinasi yang akut), saya mencoba memulai percakapan yang menyegarkan. Yang 10 menit kemudian, saya sadari adalah sebuah kesalahan.

Titik-titik

Baru sadar, udah lama nggak posting blog dan tulisan ini adalah posting pertama di tahun 2016. Kebetulan juga kemarin umur saya bertambah, tapi sebenernya bahasan ini bukan tentang itu sih. Well, sedikit hhe..

Hanya menyadari, bahwa waktu udah berjalan cepat sampai kita sering kali nggak menyadarinya. Dan ketika saat itu datang, nggak ada salahnya untuk berhenti sejenak dan melihat jejak-jejak kaki ini melangkah, dan belajar dari goresan-goresannya.

Pertama, sedikit mencoba melihat ke belakang di tahun 2015 kemarin. Karena tahun 2015 ini cukup banyak merekam memori penting yang beberapa diantara baik secara langsung ataupun nggak, membuat saya memandang banyak hal lain dengan cara berbeda.

Ada beberapa hal yang saya pikirkan tentang ini. Tapi sebelum itu, saya mau cerita sedikit..