Mengenal Progressive Web App

Malam itu Coco baru pulang kerja, dia sedang ada di kereta Commuter Line dari Jakarta ke Depok. Sambil mengisi waktu, dia biasanya bermain HP – ya, Coco adalah anak muda mainstream kekinian.

Tapi disaat kereta melewati beberapa daerah, koneksi internet di HP-nya seringkali tidak stabil, dan beberapa kali Coco gagal meload website yang sedang dia akses. Setiap kali itu terjadi, Coco harus me-reloadย halaman webnya dan berharap bisa te-render dengan baik. Ini seringkali membuat Coco kesal, dan akhirnya tidak jadi mengakses website yang dituju.

Situasi Coco ini sepertinya cukup familiar dialami banyak orang, terutama bagi yang tinggal di daerah koneksi internet yang relatif lambat. Sayang sekali, disaat semakin banyak orang bisa membeli mobile device, saat mereka semakin nyaman menggunakan mobile web karena kepraktisannya, hambatan ini membuat membuat kesal bukan hanya pengguna tapi juga publisher dalam hal ini para owner website.

Lalu kemudian, inisiatif untuk membuat teknologi yang mencoba menjadi solusi pun muncul, namanya Progressive Web App (PWA).

Notes: Ego Is the Enemy

By: Ryan Holiday

How strongly I recommend it: 9/10

Cerita hidup seseorang kadang bisa merepresentasi cerita-cerita lain yang ada. Dan langkah pertama yang seorang protagonis lakukan untuk bisa mencapai tujuan yang sedang dia kejar, adalah mengenal siapa musuh dan antagonis yang sebenarnya ada dalam cerita itu.

Informasi, Berita, Media Sosial, Dan Perhatian Kita

Rezim narasi tunggal pernah masyarakat kita alami. Saat dimana siapa yang sedikit saja berbeda dengan penguasa akan diamuk dan hilang, membuat orang-orang takut dan kebebasan menjadi hal yang langka. Saat ini zaman sudah berubah, teknologi memungkinkan untuk mendapat dan menyebarkan informasi menjadi murah.

Jelas sudah, seharusnya sekarang jadi jauh lebih baik.

Namun.. memang sepertinya kebebasan itu enak, tapi dia datang dengan konsekuensi baru: Banyak orang kebablasan dan kemudian lupa pada etika.

Ini tentang informasi, tentang cara kita memahami dunia, dan tentang hal berharga yang kita tukar murah.

Notes: Bird by Bird

By: Anne Lamott

How strongly I recommend it: 8/10

Apa rasanya kalau kita sedang membaca buku bagus? Kita selalu bawa buku itu kemana-mana, dan kalau ada waktu luang sedikit saja kita alan sempatkan itu untuk lanjut membaca beberapa halaman. Mungkin sambil berjalan atau saat sedang makan.

Buku ini termasuk yang melakukan itu pada saya. Apalagi uniknya ini buku tentang menulis, pengalaman, dan proses kreatif di dalamnya. Sepertinya ini termasuk buku yang akan selalu saya baca ulang. Dan buku seperti ini nggak banyak. Highly recommend untuk yang suka menulis.