Catatan Untuk Mahasiswa Ilkom Galau

Learn from the mistakes of others. You can’t live long enough to make them all yourself.

Akhir-akhir ini ada beberapa adek kelas di Ilkom yang nanya terkait pengalaman saya selama kuliah. Ada yang minta pendapat, ada yang minta nasihat terkait kuliah atau yang sedang dia kerjakan, dan ada juga yang curhat. Entah kenapa jadi berasa tua banget padahal baru lulus, hha.

Tapi saya bisa mengerti. Sepertinya sebagian dari mereka masih galau tentang masa depan terutama setelah lulus nanti. Tentang apa yang akan terjadi, tentang apa yang harus dipersiapkan, dan bagaimana cara menghadapinya.

Dan perasaan kayak gitu menurut saya normal kok. Semakin awal kamu menyadari hal seperti itu, justru akan semakin baik. Karena kamu akan semakin cepat memulai dan termotivasi untuk melakukan sesuatu.

Karena saya juga pernah mengalami masa-masa itu. Saya juga masih bisa menggambarkan dengan jelas apa yang sedang mahasiswa ilkom rasakan di masa-masa transasi seperti ini. Apalagi kalau sekarang kamu sedang ada di masa-masa sibuk. Padat dengan kuliah, dengan berbagai tugas project dan kegiatan-kegiatan lainnya. Sampai akhirnya kita sadari bahwa waktu kita di kampus semakin sedikit.

Kita tahu, akan ada sesuatu yang menantang menanti di masa depan sana. Tapi kamu belum tahu apa yang harus dipersiapkan. Dan ini membuat rasa khawatir itu muncul.

Khawatir karena terlalu banyak pilihan. Yang berarti juga ada berbagai konsekuensi. Dan kita nggak punya waktu cukup untuk mengambil semua pilihan itu.

Dan itulah kenapa saya menulis postingan ini.

Tapi sebelum tulisan ini berlanjut, saya tahu akan ada orang yang mungkin nggak menganggap ini serius, yang saya tahu kenapa: karena saya belum cocok.

Salah satu penyebab besar banyak problem di dunia ini adalah karena banyak orang mendapat nasihat dari orang yang salah. Jangan mengambil resiko yang besar apalagi kalau alasannya adalah karena ada seorang anak baru lulus kuliah bilang sesuatu yang penting. Dan saya setuju.

Saya baru aja lulus beberapa minggu dari jurusan Ilmu Komputer, dan masih banyak hal yang belum saya eksplorasi. Saya mungkin akan mengatakan hal yang aneh atau nasihat yang salah. Kemungkinan itu terjadi pasti diatas nol persen. Jadi, apakah saya bisa dipercaya untuk ngasih apapun yang selanjutnya bakal saya bahas? mungkin iya, mungkin nggak. Itu terserah kamu, hehe.

Saya sendiri saat ini bersyukur karena udah masuk ke industri yang memang saya suka. Melakukan pekerjaan yang seandainya nggak dibayar pun, saya (mungkin) mau. Apalagi ditambah dengan lingkungan kerja yang seru, nyaman, dan bisa banyak belajar dari orang-orang hebat.

Dan itulah yang akan saya bicarakan disini: hasil dari pengalaman-pengalaman selama kuliah, eksperimen-eksperimen yang pernah saya lakukan, kegagalan-kegagalan yang saya alami, beberapa keberhasilan yang pernah saya rasakan, dan pelajaran lainnya yang saya harap bisa saya ketahui lebih awal. Hal-hal yang saya ingin sadari ketika saya masih di awal-awal jadi mahasiswa.

Dan saya masih inget bagaimana itu dimulai. Awal-awal jadi mahasiswa adalah momen yang unik dalam hidup kamu dan akan punya tempat tersendiri dalam memori. Kamu punya kebebasan lebih banyak dan bisa melakukan hampir apapun yang kamu mau. Tapi ini berarti kontrol hidup kamu sepenuhnya kedepan ada di tangan kamu sendiri.

Dan lagi, kadang kebanyakan dari kita lupa kalau sebenernya kita masih bergantung pada orang tua. Mungkin kamu dapet beasiswa, tapi itu justru membuat kamu punya alasan lebih untuk bertanggung jawab.

Yap, kamu masih jadi beban buat banyak orang. Kamu ada di kampus karena salah satu keputusan yang udah kamu pilih. Pilihan yang membuat kamu punya lebih banyak ruang untuk bergerak, tapi juga membuat kamu punya tanggung jawab besar. Karena kamu udah jadi harapan bagi banyak orang, dan itu nggak hanya dari keluarga kamu.

Ada petualangan besar yang menanti di masa depan. Dan semuanya berawal dari sini.

Pay Yourself First

Pertama, jaga kesehatan. Makan teratur, tidur tepat waktu, dan olah raga.

Yap, itu mungkin hal yang paling sering kamu denger terkait nasihat hidup. Ini kamu denger dari orang tua. Ini juga jadi nasihat nenek kamu sejak kamu masih balita. Dan kamu mungkin udah bosen dengernya. Tapi, mau tau sesuatu yang keren? nasihat mereka benar.

Dan inilah kenapa ada paradigma yang saya nggak suka dari anak-anak ilkom, mereka menjustifikasi bahwa karena banyak inpsirasi datang malam hari, maka lumrah untuk mengorbankan tidur. Dan ini salah banget.

Yang ada dibayang mereka adalah ketika begadang, mereka bisa masuk kedalam hacker mode yang ketika pagi hari, secara ajaib akan merasa produktif karena menyelesaikan semua pekerjaan yang ada.

Tapi sayangnya, gambaran itu hanya ada di film-film Hollywood. Di dunia nyata, kalau kamu sering begadang tubuh kamu melemah, jam biologis kamu berantakan, dan di siang hari kamu akan mirip seperti zombie: sadar dan bergerak, tapi nggak punya jiwa hidup, hhe.

Di dunia nyata juga, kalau kamu mau memberikan performa optimal di apapun yang kamu kerjakan, akan jauh lebih baik dengan kondisi bugar. Dan kesehatan memang investasi yang paling penting. Ingat peribahasa waktu SD dulu, Akal yang sehat, ada di dalam tubuh yang sehat. Jadi, berhenti nunggu sampai malem untuk ngerjain proyek kodingan. Kerjain di pagi hari, dan gunakan waktu istirahat, ya, untuk istirahat. Makan makanan yang bergizi. Dan usahakan, untuk berolahraga setiap hari.

Karena kebiasaan hidup sehat adalah investasi penting. Bukan cuma buat gaya.

Kurangi Konsumsi Informasi

Kita sekarang hidup di zaman dimana informasi bukan lagi komoditas yang mahal. Saking banyaknya informasi yang ditawarkan, mereka berebutan untuk mendapatkan perhatian kita. Mulai dari sejak bangun tidur, sampai tidur lagi.

Saat ini, seseorang bisa terlihat sangat sibuk sepanjang hari padahal dia nggak melakukan hal-hal yang produktif. Dan ini sering terjadi, yang sepanjang harinya menghabiskan waktu hanya untuk mengkonsumsi informasi (yang sebagian besar bahkan nggak penting).

Sumbernya sendiri banyak. Dari mulai media sosial, majalah, koran, termasuk berita. Hal terbaik yang bisa kamu lakukan dengan informasi adalah membatasinya, mengaturnya dan memfilter seminimal mungkin mana informasi yang kamu konsumsi.

Oh ya, tentang media sosial. Mari kita akui saja, hampir semua orang saat ini ada di Facebook dan nyaris setiap harinya website ini kita buka. Sedikit saran: atur notifikasi dan newsfeed kamu.

Unsubscribe ke orang dan halaman-halaman yang sering posting hal-hal negatif. Ini mungkin terdengar kejam. Dan memang iya. Tapi sebenernya nggak. Karena memang ada orang-orang seperti itu dan kita nggak mau menyakiti mereka dengan meng-unfriend, karena memang dia/mereka temen kita.

Tapi kamu juga tau kalau kamu layak mendapat asupan informasi yang lebih positif, dan kalau memang meng-unsubscribe postingan mereka adalah salah satunya, kenapa nggak? ada alasan kenapa fitur ini dibuat. Manfaatkan.

Kelompokkan juga friend list kamu menjadi dua: Close friend, dan Acquaintances. Secara default, facebook akan mengelompokkan teman kamu kedalam Friends. Tapi dengan mengelompokkan friend list kamu ke dua kategori tadi, facebook akan lebih sering menempilkan newsfeed postingan temen-temen dekat kamu, dan bukankah itu memang manfaat utama dari jejaring sosial?

Eksplorasi banyak hal.

Sadar atau nggak, mahasiswa itu status yang unik lho. Kita punya akses hampir ke berbagai sumber daya dengan mudah. Termasuk berbagai dosen yang bisa dikontak kapanpun kita mau, juga teman-teman dari berbagai jurusan di kampus yang dengan mudah bisa kita temukan. Manfaatkan ini dengan baik.

Dengan lingkaran sosial yang dinamis dan melimpah ini, ada banyak hal seru yang bisa kita lakukan. Misalnya, buat project pribadi di waktu luang kamu, dan bagikan dengan sebanyak mungkin orang disana. Peluang apa yang akan kamu dapet dari melakukan itu? nggak terbatas cuy.

Kamu juga bisa coba menggunakan waktu liburan dengan magang di perusahaan-perusahaan keren yang kamu tahu. Kirim email ke mereka, bilang bahwa kamu seorang mahasiswa yang passionate dengan teknologi tertentu, ingin mendalaminya, dan kamu suka apa yang perusahaan itu coba lakukan. Kamu mau ikut menjadi bagian disana.

Dan kalau ada hari kerja yang kosong di semester ini, kenapa nggak coba kerja part time? sehari seminggu itu udah cukup waktu untuk bisa mendapat banyak hal lho.

Yang penting untuk kamu tahu adalah, selagi masih jadi mahasiswa, prioritaskan untuk bisa belajar sebanyak mungkin, dan bisa punya akses ke berbagai orang yang bisa kamu jadikan mentor. Nggak usah mikirin kompensasi atau bayaran yang kamu dapet dulu, fokus ke apa yang bisa kamu bisa alami dan pelajari. Karena itu penting banget. Dan akan jadi investasi yang sangat berharga.

Kalau memang memungkinkan, akan bagus juga kalau kamu ikut satu organisasi atau menjadi menjadi volunteer di organisasi non-profit di dalam atau di kampus. Yang penting, kamu menjadi bagian dari sesuatu yang memberi value ke masyarakat.

Ini berguna bukan hanya karena kamu bisa dapet lebih banyak pengalaman, tapi juga karena kamu butuh kegiatan seperti ini. Kita adalah makhluk sosial, kita akan merasa lebih baik dengan membantu orang lain.

Oh ya, kalau kamu bingung dengan apa yang harus kamu lakukan saat liburan, ada beberapa rekomendasi:

  • Ikut research intership di ranah akademia, biasanya sih jadi research assistant.
  • Magang di perusahaan besar yang sudah stabil, kemungkinan ini ada di kota-kota besar.
  • Magang di startup yang kecil tapi punya tim yang bagus, nggak masalah kalau ini di kota kamu sendiri.
  • Lakukan kontribusi setidaknya di satu project open source, atau lebih baik lagi kalau kamu bisa proyek open source sendiri.

Harapannya adalah, kalau sudah mencoba banyak hal diatas, sebelum lulus kamu udah mantap jalan mana yang lebih cocok dengan diri kamu, apa yang mau kamu kejar, dan bagaimana mencapainya.

Kalau di hari-hari biasa kuliah, kamu bisa sibukkan diri dengan:

  • Kuliah, oke ini udah jelas
  • Latih skill algoritme
  • Ikut kompetisi-kompetisi programming
  • Usahakan untuk mahir dua bahasa pemrogramaan, baiknya satu adalah low level language seperti C, dan satu lagi yang relatif high level language seperti Python atau Ruby atau Javascript.
  • Gunakan Linux, dan belajar untuk menggunakan shell dengan efektif
  • Pelajari dan gunakan Version Control, khususnya Git, dan gunakan itu di proyek kuliah kamu bersama-sama.
  • Pelajari bagaimana cara kerja internet, dan belajar dasar-dasar teknologi web development dan buat website pribadi dari sana.
  • Dan lain-lain.

Self Control

Satu hal yang sebenernya menjadi skill paling esensial yang bisa kita punya adalah kemampuan mengontrol diri. Kalau mau jujur, nggak ada kayaknya orang yang mau membuang waktu mereka untuk hal-hal nggak berguna. Nggak ada juga orang yang pengen punya kebiasaan yang buruk, atau gaya hidup yang merusak.

Tapi kalau kita lihat di lingkungan sekitar, ada banyak orang melakukan hal-hal yang sebenernya buruk buat diri mereka sendiri. Diabetes dan kanker “dijual” dimana-mana, dan banyak yang mau beli. Bagi perusahaan-perusahaan itu yang penting adalah profit, kesehatan kamu nggak.

Karena pada akhirnya, kita lah yang bertanggung jawab untuk mengontrol diri kita sendiri.

Dan bukan hanya tentang menahan diri untuk nggak melakukan hal yang buruk, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Tapi juga tentang kemampuan untuk menunda yang baik untuk bisa mencapai hal yang lebih baik di masa depan. Dan itu nggak gampang, tapi akan terbayarkan.

Scare Yourself Every Day

Lakukan banyak hal yang sebelumnya belum pernah kamu lakukan. Ikut berbagai lomba di level nasional dan internasional. Intership di perusahaan yang kompetitif. Atau bikin komunitas sendiri di kampus. Nulis artikel-artikel di majalah. Nulis buku. Nulis blog. Kerja sambilan dengan ngajar di sekolah-sekolah internsional. Jadi mentor buat anak-anak yang kurang mampu untuk bisa berprestasi. Interview di posisi yang sebenernya nggak nyambung di bidang kamu (yap, ini pernah saya lakukan :v) atau ratusan hal menantang lainnya yang bisa kamu coba.

Manfaatkan status sebagai mahasiswa ini dengan sebaik-baiknya, dan ambil pengalaman sebanyak mungkin, selagi kamu masih ada dalam wilayah yang aman. Segagal apapun kamu melakukan sesuatu, masih ada orang tua dan rumah tempat kamu pulang. Jadi nggak usah takut kalau sekali-sekali melakukan hal yang gila. Siapa tau nantinya hal itu justru bisa mengubah dunia, hhe.

Dan, oh ya, banyak-banyaklah bertanya. Terutama ke orang-orang yang punya pengetahuan lebih banyak dari kamu. Termasuk ngirim email ke orang-orang yang belum pernah kamu kenal, orang-orang yang mungkin terlalu sibuk untuk bisa bales email kamu. Kalau nggak dibales, nggak apa-apa. Seengaknya udah kamu coba.

Kalau kamu baca buku bagus, cari email penulisnya dan bilang kalau kamu suka dengan buku yang dia tulis dan ceritakan bagian mana yang kamu suka dan kenapa. Dia mungkin nggak akan bales, tapi dia pasti baca, percayalah. Dan seenggaknya, kamu udah jadi 1% orang yang melakukan itu, beberapa langkah lebih maju dibanding semua pembaca dia. Dan itu sesuatu banget.

Apalagi kalau ternyata, efeknya diluar perkiraan. Dan ini justru sering terjadi. Misalnya, saya sendiri udah beberapa kali melakukan kebiasaan ini. Kalau ada software yang bagus, proyek open source yang keren, atau baru aja baca buku yang menarik.. Saya bakal sempatkan diri ngirim email ke penulisnya, kalau saya suka karya dia dan berharap bisa lebih banyak berkarya lagi.

Tahu apa yang terjadi setelahnya? hampir 70% dari mereka bales email.

Menulis email ke orang seperti ini sederhana lho. Tapi hal yang sederhana ini membuat saya jadi punya berbagai kenalan baru, termasuk Software engineer di Facebook dan Quora, professor di MIT, penulis buku o’reilly (dan dikasih ebook gratis yang kalau beli harganya $15 hhe), dan lain-lain. Siapa tau, jaringan-jaringan baru ini juga bisa merubah hidup saya suatu hari nanti kan? ya bisa aja hhe.

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan, dan masa-masa mahasiswa ini nggak lama lho. Manfaatkan sebaik mungkin. Sakali.


Ada banyak hal yang udah saya bahas dan inti dari semuanya adalah: jaga tubuh kamu dengan baik agar kamu punya energi untuk bisa melakukan banyak hal yang bisa membuat kamu belajar.

Kebanyakan tips spesifik yg saya sebutin diatas memang cenderung untuk orang-orang yang mau terjun ke industri, terutama ke dunia software enterprise. Tapi kalau kamu mau terjun ke dunia akademia juga saya rasa bakal banyak membantu kok.

Oh ya, jangan lupa juga untuk update profile LinkedIn kamu secara berkala. Rajin-rajin juga beribadah dan berdoa, karena kalau nggak, ya buat apa pula kamu ngejar cita-cita yang katanya tinggi-tinggi itu?