Notes : Kompilasi Artikel Dan Update JCPL

Kalau diingat-ingat, Saya sudah menulis blog itu lebih dari 6 tahun sejak saya kelas 8 SMP. Waktu itu saya nggak tau meu menulis apa dan nggak peduli bagus atau nggak, saya hanya lihat ternyata banyak orang yang punya blog, nulis tentang hal-hal yang dia suka dan itu terlihat keren.

Blog pertama saya bisa dibilang mengadopsi gaya bercerita buku-buku karangan Raditya Dika. Ya, blog saya waktu itu isinya menceritakan kejadian sehari-hari saya sebagai siswa SMP gaul dan berusaha membuatnya terlihat lucu kalau dibaca (nggak tau juga kenyataannya lucu atau nggak).

Lambat laun saya punya teman blog, saling tukeran link, kadang sempet chat di Yahoo! Messenger, dan makin hari makin banyak, niat awalnya sih tukeran link dan saling komentar ke satu-sama lain untuk mendongkrak SEO di Google, tapi secara nggak sadar tumbuh atmosfer untuk berlomba-lomba membuat tulisan yang berkualis (berkualitas disini berarti lucu, dan karena sebagian besar tulisan lucu itu bercerita hal-hal aneh, maka semakin aneh sebuah tulisan semakin berkualitas pula tulisan tersebut).

Puncaknya adalah ketika page-views blog saya mencapai lebih dari 500 tiap harinya. Setelah diselidiki ternyata traffic wah tersebut didongkrak dari linkback situs Radityadika.com. Ya, bang Raditya memasang link blog saya di blog-nya. Blog saya termasuk ada diurutan atas di halaman “Blog list” situs RadityaDika.com. Untuk beberapa saat saya kepikiran untuk berkarir mengikuti Raditya Dika.

Mungkin kalau itu terjadi sekarang saya udah punya channel youtube dengan ratusan ribu subscribers yang tiap minggu merilis web-film bernama “Malem Senin Anas”, menceritakan kisah pilu seorang mahasiswa yang sering lupa ngerjain tugas kuliah.

Walaupun udah lama nulis di blog sebenernya saya nggak terlalu produktif juga sih, dan malah sering hiatus berbulan-bulan. Tapi walau begitu saya pengen bisa teratur menulis, karena saya rasa keuntungan terbesar dengan mempunyai blog, atau apapun medianya, adalah bahwa benda ini bisa menjadi mesin waktu diri kita sendiri.

Selalu aja ada perasaan unik, aneh dan kadang berdatangannya momen face-palm saat membaca tulisan-tulisan kita dimasa lalu. Blog jadi jembatan untuk tau apa yang ada di otak kita saat itu. Tulisan-tulisan, yang sejelek apapun itu, menjadi bukti bahwa kita pernah ada dan mendokumentasikan momen-momen atau pikiran yang berarti bagi diri kita.

Blog juga mengingatkan kita tentang banyak hal-hal gila/keren yang pernah kita perlajari dan lakukan. Menggambarkan kembali betapa seramnya hal itu pada awalnya, dan betapa kerennya perasaan ketika proyek itu selesai.

Nah, berhubung tulisan-tulisan saya yang dulu ternyata bertebaran di mana-mana, saya punya gagasan untuk mengumpulkan sebagian besar tulisan yang pernah saya post di blog-blog saya sebelumnya dan facebook notes saya lalu mengarsipkannya di satu tempat.

Kenapa? ternyata tulisan-tulisan saya di facebook notes lumayan panjang juga kalau disambung dan facebook itu kan situs social network. Apapun yang kita posting disitu bisa asumsikan bagian dari facebook (nggak tau juga sih, nggak pernah baca TOSnya juga), bisa aja kan suatu hari server facebook tenggelam gara-gara tsunami, yang berakibat data-data dan tulisan saya di sana ikut ilang juga.

So, jadilah saya membuat arsipnya yang dikasih nama Anas’ Notes . Notes ini terbagi dalam dua folder, yaitu Jurnal, Fiksi dan Ar-Rahmah. Di bagian Jurnal berisi tulisan dan ocehan-oceh saya mengenai apapun. Fiksi berisi ya tulisan-tulisan fiksi kayak cerpen. Ar-rahmah berisi tulisan-tulisan saya semasa jadi aktifis DKM Ar-Rahmah waktu SMA yang sebagian besar di buat pada masa-masa PODS.

Isinya baru sebagian, nanti bakal di update lagi (kalau lagi mood), cekidot ya di http://jurnalanas.com/book.