Nggak Terdistraksi Itu Susah

Wah, udah lama banget nggak ngeblog. Padahal awalnya mau ngeblog seenggaknya posting seminggu sekali. Ya, dan “alasan” pun datang dan datang lagi sampai akhirnya jadi nggak sesuai rencana.

Oh ya, saya baru aja selesai UTS, sepertinya UTS kemarin nggak saya persiapkan dengan baik, jadi sekarang sih cuman bisa berdoa dan mempersiapkan lebih baik untuk kedepannya.

Ehm, ada beberapa hal yang saya pikirkan akhir-akhir ini, yaitu:

Konsisten buat ngerjain project pribadi itu susah

Saya mungkin agak berbeda. Saya menganggap kuliah dengan santai-santai aja tapi tetep serius walau nggak seserius yang IP-oriented. Maksudnya, saya memperlakukan kuliah sama seperti memperlakukan target saya yang lain di luar kuliah, seperti project pribadi. Kuliah jalan dengan terencana dan tanpa stress, kegiatan pribadi diluar kampus pun jalan. Sayangnya itu nggak semudah kedengarannya.

Ayolah, kita tahu saat udah di kampus kita menemukan banyak sekali orang-orang dengan orientasi yang beda-beda. Ada yang kuliahnya lancar jaya seiring dengan kegiatan kompetisi-kompetisi yang dia jalani seperti master Fushar. Ada yang sambil kuliahnya yang lancar jaya masih bisa menelurkan buku-buku sendiri seperti A Arry. Ada yang sambil kuliah juga lancar jadi ketua organisasi dan jadi aktivis yang ideal. Semua orang punya target. Dan itulah yang membuat hidup semakin seru, saat kamu dikelilingi oleh orang-orang yang beragam persis dengan impian dan cita-cita yang beragam pula, dan mereka semua bekerja keras untuk mencapai itu semua. Saya kira itu jugalah yang membuat kehidupan kampus seru. Kita punya akses ke lebih banyak resource dan menggunakan waktu dengan fleksibel. Seenggaknya, Mark Zuckerberg juga pernah bilang begitu:

“One of the amazing things about being in college is you can work on all these hobbies and code a lot of stuff and try a lot of different things. It’s this amazing flexibility that I think most people take for granted.”

Dan ya, sama seperti beberapa orang yang udah saya sebut tadi, saya punya target dan project pribadi. Yang saya maksud dengan project pribadi adalah sesuatu yang kamu lakukan dengan serius walau nggak ada orang yang nyuruh, nggak masuk nilai untuk menambah indeks prestasi, nggak ada orang yang marahin kalau kamu malas, dan nggak ada orang yang juga peduli dengan progressnya. Project pribadi seperti nyelesein course di OCW MIT, atau kerja bareng temen buat bikin usaha, belajar bahasa baru, belajar teknologi baru, atau menulis buku. Hal-hal tadi memerlukan latihan dan eksplorasi, dan itu sulit untuk di jadikan rutinitas kalau kita nggak punya motivasi yang kuat, karena hanya diri kita sendiri yang peduli. Selama yang kita lakukan lancar-lancar dan menyenangkan, ini mungkin nggak akan terlihat berat, tapi ada saat kita berada dititik dimana menemui kesulitan yang berat.

Bayangkan saat kamu sudah mengorbankan waktu, waktu tidur sedikit, dan tiba-tiba terpikirkan, “Kenapa gue harus bersikeras melakukan ini? toh nggak keitung nilai sama dosen, nggak ada yang larang gue berhenti.” Skenario terburuknya adalah kalau kita bukannya meminta bantuan atau bertanya, tapi malah memilih untuk menunda-nunda persoalan sulit tadi dan akhirnya nggak peduli lagi.

Itulah yang berat karena nggak ada orang yang ngingetin kamu saat kamu lupa, atau saat kamu mencari-cari alasan. Hal ini semakin sulit terutama kalau kamu punya orientasi yang berbeda tetang bagaimana seharusnya kehidupan di kampus dengan sebagian besar orang di lingkungan kamu. Kecuali kalau kamu punya sparing partner, seperti tim Hatori dengan Conan Edogawa, seperti Shujin dengan Moritaka.

Bidang Programming itu luas

Saya agak kurang enak kalau orang-orang menganggap bidang ilmu komputer itu sama. Ilmu kommputer itu luas. Jangankan ilmu komputer, programming sendiri itu luas. Misalnya aja ada yang programmingnya itu di bidang competitive programming, software development, atau game design. Saya juga yakin masing-masing dari bidang itu punya algoritma yang berbeda dalam pendekatan, cara latihan dan memperlajarinya.

Oh ya, kalau kamu mau membuat anak CS (Computer Science) tersindir, bilang aja “Bikinin website buat gue dong..”

Kenapa? karene bikin web itu susah saudara-saudara. Jangan bandingkan bikin web dengan tampilan typography yang cocok, fungsionalitas oke, dan juga dengan desain yang bagus itu semudah menginstall CMS-CMS seperi Joomla, Wordpress atau bahkan bikin akun blogspot. Bikin website itu kerja keras.

Untuk nggak terdistraksi itu susah

Kita makhluk sosial yang punya perasaan. Dan perasaan itu sangat rentan untuk terdistraksi oleh banyak hal yang kita alami sehari-hari diluar sana. Komentar-komentar nggak perlu, kritik-kritik yang nggak membangun, argumen-argumen yang nggak seharusnya diucapkan, ledekan-ledekan, atau hal-hal lain yang dengan mudah masuk dan menggangu. Saya kira mengabaikan hal-hal yang nggak penting, adalah kemampuan yang luar biasa yang bisa orang punya selain pengetahuan dan tersuntik DNA laba-laba hasil rekayasa genetik seperti Peter Parker.

Nyatanya kita berbuat sesuatu atau nggak, komentar-komentar negatif akan selalu ada. Jadi setidaknnya kita lebih baik terdistraksi saat melakukan sesuatu dari pada terdistraksi saat nggak melakukan apapun. Terdistraksi itu normal. Tapi diistraksi juga bisa kita kontrol, walaupun nggak mudah. Oh ya, sebagian makna terdisktrasi disini bisa diganti dengan kata “galau”.

Ok, semoga di bulan November ini dan seterusnya kita bisa menikmati tantangan masing-masing. Untuk saya sendiri, salah satunya adalah bisa posting di blog ini seenggaknya seminggu sekali. hhe…